Monday, August 1, 2011

Mengisi Blog Satu Lagi...

Rupanya aku punya satu account blog lagi....
Tadinya itu akan kubuat menjadi blog catatan-catatan kecilku, tapi terlupakan. Alhasil hanya membuat account dan kutinggalkan begitu saja haha...

Jadi, kuputuskan mengisinya dengan tulisan-tulisanku yang pernah dimuat di Majalah Fortune Indonesia. Tidak semuanya bisa dimuat, hanya beberapa saja dan mungkin tidak update. Soalnya memang kebijakan kami, tidak boleh publish sampai minimal 2 bulan setelah penerbitan.

Sebenarnya rencana ini sudah lama kupikirkan, tapi tidak kulakukan juga. Kebiasaan menunda-nunda ;p Jadi,sekarang aku mau mulai mensortir tulisan-tulisan yang pernah dimuat di Fortune dan kumuat lagi di blogku yang satu lagi. Oh iya, nama blog itu awalnya The Journey of Badak Oengoe, tapi karena jadi wadah memuat tulisan di Fortune kuputuskan berubah menjadi Being a Fortune Woman hehe...lumayan keren juga ;p

Cheers ^^

-feifei-

Sunday, July 31, 2011

TKI oh TKI...

Baru saja membaca postingan berita seorang teman tentang kisah seorang TKI yang dimuat di Kompas.com
Namanya Sri Nawati, warga Desa Karangowo, Kudus, Jawa Tengah. Sejak 2004 lalu, dia pergi mengadu nasib ke Kuwait. Tetapi keberadaannya tidak pernah diketahui sampai detik ini. Padahal kontrak kerja Sri seharusnya sudah habis sejak 2007. Kabar tak ada, uang pun tak pernah dikirimnya...

Masinah, yang juga warga Desa Karangowo, nasibnya sama saja. Dia berangkat ke Arab Saudi menjadi TKI sejak 1999, tapi kabarnya tak terdengar hingga kini. Entah dimana keberadaan mereka.

Baru-baru ini, kabar TKI di Arab Saudi memang santer terdengar. Terutama, Ruyati yang kabarnya mencuat lantaran dihukum pancung, dan Darsem yang hampir dihukum pancung namun terselamatkan lantaran dimaafkan oleh keluarga korban dan didenda Rp 4,7 miliar yang dibayar oleh negara. Ruyati tak terselamatkan, karena tidak dimaafkan oleh keluarga korban. Padahal keduanya sama-sama divonis bersalah karena membunuh meski untuk membela diri dari upaya perkosaan.

Darsem sempat mendapat banyak simpati dan warga pun mengumpulkan dana hingga Rp 1,2 miliar sebelum akhirnya pemerintah membayarkan denda itu. Uang itu terkumpul di stasiun TV One. Setelah Darsem berhasil dibawa pulang beberapa waktu lalu, uang itu diberikan kepadanya secara utuh. Katanya, akan dipakai untuk membangun rumah dan menyumbang ke panti asuhan. Berapa alokasinya masing-masing? Darsem tidak menjawab dan hanya tersenyum, pancaran kebahagiaan dirinya.

Tepat ketika melihat siaran TV yang menayangkan penyerahan dana itu, hatiku bertanya-tanya. Mengapa TV One lalu menyerahkan begitu saja uang itu kepada Darsem? Memang itu hak Darsem, yang awalnya untuk membebaskannya. Tapi mengapa tidak ada upaya bujukan kepada pihak Darsem untuk membuat sebuah wadah diplomasi untuk membantu TKI lainnya yang mengalami nasib serupa??
Jujur saja, seketika itu, aku tak lagi simpati pada Darsem ataupun TV One. Seharusnya, dana itu bisa digunakan untuk mewadahi kasus-kasus TKI yang serupa atau segala hal yang berkaitan dengannya. Toh dana itu dari masyarakat banyak, dan ditujukan untuk membebaskan Darsem, tetapi bukan untuk membuatnya kaya mendadak!!

Entah...mungkin karena latar belakang, tingkat pendidikan atau apa lah maksudnya....
Darsem memang berbeda dengan Prita Mulyasari. Ibu rumah tangga yang terkena kasus lantaran mengirim email protes tentang RS Omni International itu juga mendapat banyak simpati. Gerakan Koin untuk Prita lalu muncul dan menghasilkan uang sebesar Rp 825 juta. Fantastis!!!

Uang itu tadinya dikumpulkan untuk membantu Prita yang digugat denda Rp 204 juta. Tetapi Prita justru mengajukan banding dan bebas tanpa denda. Katanya, supaya uang yang terkumpul tidak terpakai. Setelah itu, Prita menyumbangkan uang itu ke yayasan untuk membantu orang-orang lain yang mengalami kasus serupa. "Untuk membantu 'Prita-Prita' lain," begitu katanya. Meski akhirnya, dana itu lalu dipakai untuk membantu korban Merapi sebesar Rp 800 juta.

Yeah...seharusnya, memang dana tersebut bisa digunakan untuk membantu lebih banyak orang. Terutama yang terkena kasus hukum, atau kasus serupa dengan yang dialaminya lantaran memang biayanya tidak murah.

Seandainya Darsem bisa berpikir demikian...mungkin saja keberadaan Sri Nawati atau Masinah bisa ditelusuri? Soalnya banyak juga TKI yang hilang jejaknya di negeri antah berantah. Walaupun begitu, toh kebanyakan penduduk lapisan bawah masih belum kapok juga. Pemberangkatan TKI masih banyak, meskipun mereka disiksa, tidak diberi gaji, sering hampir diperkosa di Arab Saudi, Malaysia, Kuwait, dll.

Jadi teringat yang dikatakan Djoko Susanto, pendiri jaringan Alfamart. "Daripada banyak yang jadi TKI di luar negeri, lebih baik kerja di sini. Kami mendirikan Alfamart dan menyerap banyak tenaga kerja," begitu katanya.

Padahal, gaji yang diterima sebenarnya tidak sangat jauh berbeda dibandingkan UMR di dalam negeri. Aku masih ingat ketika Siti, adik Fa, pengasuhku waktu kecil, berangkat menjadi TKI ke Singapura. Katanya, gaji yang diterima sekitar satu juta lebih. Seorang mantan TKI lain yang kutemui di Lumajang juga bercerita gajinya sekitar SGD 200-300 di Singapura, yang jika dikurs berarti sekitar Rp 1,4-2,1 juta. Mungkin sekitar 2kali lipat dibandingkan UMR pembantu atau pegawai lulusan SMA di Jakarta. Tapi mereka juga bisa menjadi baby sitter yang gajinya bisa mencapai Rp 1,5 juta per bulan. Setidaknya, mereka tidak disiksa, dan tetap berada di negeri sendiri.

Mungkin gemerlap atau gengsi luar negeri menjadi salah satu yang mereka cari. Bukan hanya uang semata, yang seharusnya bisa didapatkan seandainya pemerintah kita bisa membangun negeri ini dengan lebih baik. Toh kita memiliki semuanya, sumber daya alam dan sumber daya manusia yang demikian sangat besarnya.

Seandainya saja....

-feifei-

Monday, June 27, 2011

Kenangan Buitenzorg

Tiba-tiba ingat kenangan waktu berkunjung sehari ke Bogor alias Buitenzorg, nama jaman bahelua dulu ;p
Tanggal 30 April 2011, pagi-pagi sekali aku, Devina dan Dwi janji bertemu di halte busway Grogol. Sesudah itu, kami bertemu Gita di Stasiun Jakarta Kota dan akhirnya naik Pakuwon Ekspress menuju Buitenzorg jam 7.30 WIB. Perjalanannya sekitar 1 jam, dan kami mendapat gerbong khusus wanita, jadi hanya ada beberapa orang saja di satu gerbong yang ber-AC yippiee...^^

Sekitar pukul 09.00 WIB kami mencapai Stasiun Bogor. Di depan jalan stasiun yang sempit itu, kami langsung mencari angkot hijau nomor 03, menuju Taman Kencana. Di sekitaran sana, katanya banyak kuliner enak & asik yang harus didatangi. Awalnya kami mencari Es Buah Pak Ewok, ternyata yang dicari justru tidak ketemu. Dan sepanjang jalan kami menemukan Makaroni Panggang, Lasagna Gulung, Pie Apple, dan beberapa lainnya, yang aku lupa.

Saking antusiasnya, kami berempat akhirnya memutuskan mencoba satu per satu makanan itu. Pertama, mencapai Pie Apple dengan rencana dibungkus satu buah untuk dimakan di Kebun Raya. Ternyata kami menemukan Pizza Bakar di seberangnya, dan membuat kami berbelok ke sana. Pizzanya...enak dan tempatnya nyaman, terutama untuk foto-foto hehe...

Tetapi rencana membungkus Pie Apple kesampaian juga. Sesudahnya, kami belok ke Lasagna Gulung. Kami berpikir membeli satu buah untuk dibagi empat, supaya tidak terlalu kenyang. Ternyata, lasagna itu panjangnya 30 cm dan lebar sekitar 10 cm dan tebal 10 cm. Alhasil, kenyaaannggg...dan eneg :(
Aku dan Gita berhasil makan dua potong, Devina hanya satu karena eneg dan Dwie jadi juara pertama dengan memakan tiga potong hehehe...
Sebelum pulang, tidak lupa kami foto-foto di taman restoran itu. Soalnya ada dua ayunan yang asik dijadikan background, dan akhirnya foto pun jadi seperti album perdana girlband hahaha...

Tujuan selanjutnya adalah Roti Unyil Venus, tentunya untuk oleh-oleh ^^
Setelah dua kali naik angkot, dan jarak yang lumayan jauh dari Taman Kencana, kami mencapai Venus. Foto-foto, sekali lagi tidak dilupakan, terutama olehku.

Beli oleh-oleh selesaaaiiii...ayo ke Kebun Raya!! ^^
Waktu masuk Kebun Raya, aku takjub lho...ternyata benar-benar seperti hutan di dalam kota. Suasananya sangat sejuk, pohon-pohon dan bangunan di dalamnya sangat klasik, sesuai usianya yang puluhan sampai ratusan tahun.
Tadinya kami ingin melihat bunga bangkai, tapi sayang...dia baru saja mati dua minggu sebelumnya dan sekarang masuk lagi ke tahap dorman :(
Akhirnya kami pun masuk ke Museum Zoologi, yang isinya berbagai binatang diawetkan. Aku menemukan Badak Bercula Satu alias Bacusa alias Rhinoceros Sondaicus, benar-benar asli diawetkan. Warnanya sudah hitam, mungkin karena usianya sudah tua. Katanya itu adalah Bacusa terakhir yang ditemukan di Tasikmalaya sekitar 50 tahun lalu. Badak itu akhirnya ditembak dan diawetkan supaya tidak dibunuh oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Kasihan...;(

Hampir seharian jalan-jalan ke Bogor ternyata cukup melelahkan. Kami sempat berpikir jalan kaki berkeliling Kebun Raya, tapi akhirnya memutuskan naik mobil keliling lantaran sudah cape ;p Bayar Rp 10.000 per orang, lalu kami diantar berputar-putar dan diberi penjelasan beraneka ragam tanaman yang rata-rata lebih tua dari kami. Dan aku menjadi yang paling cerewet bertanya kepada pemandu :p

Selesai berkeliling, kami hanya bisa beristirahat di Cafe Organik karena kelelahan. Setelah sempat makan Pie Apple yang tadi dibeli, plus pesan baso organik dan minuman macam-macam, kami pun berniat pulang dan mengejar kereta pukul 17.00 WIB.

Sayang, gara-gara salah naik angkot dengan sopir belagu yang membuat kami berputar-putar di jalanan Kota Bogor yang macet. Akhirnya kami pindah angkot dan baru bisa sampai stasiun jam lima lewat dan harus naik kereta terakhir pukul 18.00 WIB.

Seharian di Bogor menyenangkan, sayang akhirnya menyebalkan karena sopir angkot itu dan seorang pria muda tidak punya nyali dan sok keren di angkot kedua. Hampir saja kami berantem, empat cewe lawan satu cowo hahahaa....
But that's it, di kereta yang ada lumayan kecapean dan pemenang tidur di kereta adalah Gita hihihi...;p
Dan sekitar jam 19.30 WIB, kami pun mencapai Stasiun Jakarta Kota lagi...^^

Sepertinya boleh juga lain kali main-main lagi ke Buitenzorg, terutama menuntaskan hasrat makan Makaroni Panggang dan Es Buah Pak Ewok yang belum kesampaian hehe...

-feifei-

Tuesday, May 31, 2011

Mengenal Eros…

Masih lekat dalam benakku, hari dimana aku menyambut pagi yang menggebu.
Hari inikah jawabannya, Tuhan? Membahagiakan atau mengecewakan?
Aku tak pernah tahu…
Yang kulakukan hanya mempersiapkan diri bertemu seorang teman lama di sebuah mall di Jakarta.

Malam pada hari itu, aku terdiam tak percaya. Rasanya aneh ketika aku mendapatkan jawabanNya…membahagiakan.
Hampir satu tahun lamanya, aku bertanya, meminta, sekaligus dibentukNya.
Percaya, bahwa tidak ada yang mustahil jika Dia berkenan memberikan apapun yang kita harapkan.

Aku masih ingat, hari dimana aku memutuskan untuk berusaha…
“Ayo mencoba, jika tidak maka kita tak pernah tahu.”
“Ayo berani, sampai kapan harus berdiam diri?”
“Ayo lawan diri sendiri, sampai kapan tembok raksasa itu tak kau runtuhkan?”

Hmm..ya..ya…
Jari jemariku bergerak-gerak menekan tuts keyboard, mencoba mengetik sebuah pesan.
Tidak..tidak..
Tidak begini kalimatnya…
Jariku bergerak lagi menekan tuts backspace, lalu kembali menekan huruf-huruf.
Sudah pas kah?
Hmm..belum..coba kulihat lagi…
OK…begitu saja kalimatnya…
Send…send…
Ahh…tapi, yakin akan dikirim?
Atau tidak perlu ya? Biarkan saja…biarkan rasa ini terkubur dalam-dalam?
Tapi…ayolah…coba saja…
Baiklah…klik send…
OK…send…

Kupejamkan mataku…
Sambil mencoba mengatasi bunyi dentuman yang mengetuk-ngetuk di dalam dadaku.
Baiklah..aku sudah mengirimnya.
Lalu bagaimana jika tidak dijawab?
Yah…setidaknya aku sudah mencoba.
Artinya…aku harus siap dengan apapun konsekuensinya. Ya…

Satu hari…dua hari…
Entah berapa hari lamanya aku menunggu…
Membuka inbox setiap hari, mencari jawaban atas pesanku
Sampai akhirnya, jawaban itu muncul.
Judulnya “Re: Halloo..”

Deg..deg…
Isi yang biasa, jawaban atas sapaan teman lama.
Tapi hatiku sangat bahagia…

Dari sana, semuanya berlanjut. Pesan berantai terkirim, dengan berbagai cerita tentang kehidupan kami sehari-hari.
Yah maklum saja, kini kami berjauhan.
Antara Parisj van Java dan Pulau Dewata, aku jatuh cinta…

Hari demi hari, kuisi dengan penantian akan pesan baru darinya.
Di sela setiap kepusingan menyelesaikan satu tahap kehidupanku.

Dari sana, setiap hari aku berdoa…bagiku dan baginya…
Eros, bentuk kasih yang sebelumnya kuanggap mitos semata
Rupanya diam-diam, dia datang dan mengubah diriku
Lewat doa, pribadiku pun dibentuk...
Padahal, berkali-kali aku berkata ketika lelah menghampiriku…
“Sudah…sudah…lelah sekali hati ini rasanya.”
“Sudah…sudah…apa kamu yakin, jawabannya iya?”
“Sudah…sudah…apa dia memikirkanmu ketika kamu memikirkan dia?”

Hingga berkali-kali aku juga berdoa…
“Tuhan, jika jawabannya tidak…bolehkah segera katakan padaku?”
“Tuhan, cepatlah berikan jawabanMu…aku mulai lelah.”

“Sabar nak…tenang saja…tenanglah…sampai kubentuk dirimu dengan kasihKu.”
Begitu jawaban yang selalu kuterima.

Seorang temanku pernah berkata…
“Fei, mendoakan seseorang yang kita sayangi, bukan berarti meminta dia juga punya perasaan yang sama dengan kita.”
“Fei, itu berarti kita mendoakan dia, mohon berkat bagi dia, mohon perlindungan bagi dia, mohon setiap hal yang terbaik bagi dia.”
“Fei, berdoalah terus bagi dia…sampai kamu mencintainya dalam doa, dan menemukan jawabannya.”

Ya…Tapi bisakah aku?
Hati ini tak pernah mengizinkan siapapun tinggal berlama-lama di dalamnya.
Hati ini tak pernah mengizinkan berharap akan seseorang kaum adam.
Mitos, itu hanya mitos saja…tidak ada yang nyata…
Begitu pikirku…

Tapi, Dia berkata lain…
Bisa Fei…jika Aku berkata iya…

Benarkah Tuhan?
“Iya, dan ayo…belajar berharap untuk sang Eros,” begitu jawabNya.

Hari itu, hari yang sama seperti saat ini…empat tahun lalu.
Dia memberikan jawabanNya…
Dia membuktikannya…tiada yang mustahil bagi Dia.
Meski segala sesuatunya tampak tak mungkin bagi kita…

Dan sejak hari itu, aku berkata padaNya…
Terima kasih Tuhan, untuk pribadiku yang dibentuk luar biasa…
Aku tidak ingin menyesali, apapun yang akan terjadi ke depan.
Karena Kau telah mengenalkanku pada Sang Eros yang sesungguhnya.
Karena kasih, selalu berupaya untuk memberi…tanpa mengharap kembali…
Terima kasih, Kau ajarkan aku kasih yang sejati…
Kau ajarkan aku mengasihi seperti yang Engkau lakukan
Meski kasihku sangat jauh dari sempurna dibandingkan kasihMu

-feifei-

Tuesday, May 24, 2011

Operasi Plastik Artis-Artis Korea

Hmm...nggak sengaja buka-buka thread forum tentang foto before and after.
Tiba-tiba aku ingat pada artis-artis yang suka melakukan operasi plastik. Beberapa tahun belakangan ini, yang terkenal adalah para artis Korea. Yeah, seleb-seleb negeri ginseng itu, kabarnya hampir semua melakukan operasi plastik.

Sempat kucari-cari di Google, ternyata memang banyak yang membicarakan itu...
Dari situs-situs dan foto-foto yang muncul, kebanyakan mereka melakukan operasi plastik untuk mata. Orang-orang Korea memang biasanya bermata sipit, sama seperti orang China atau Jepang. Mereka memang serumpun siy...

Nggak heran, kalau bentuk mata artis-artis Korea kelihatan sama semua. Kecil tapi bulat dan terkesan manis. Selain mata, yang sering dioperasi juga adalah hidung dan rahang. Hasilnya...biasanya memang jauh berbeda dari wajah sebelumnya. Padahal menurutku, mereka cukup cantik & ganteng sebelum operasi. Paling tidak, make over bisa koq dilakukan dengan make up saja. Walaupun, memang sih...nggak permanen.

Tapi katanya, entah benar atau nggak. Orang Korea lebih suka bentuk yang seragam, bukan berbeda-beda. Mungkin itu sebabnya, wajah-wajah artis Korea kebanyakan terkesan manis, imut, lembut, dan cowo yang lebih terkesan cantik daripada ganteng.

Hmm...jadi ingat cerita Asing Mira dan Acek Huk waktu mereka pulang dari wisata di Korea sekitar dua tahun lalu. Kata Asing, wajah-wajah anak muda Korea, terutama cewe rata-rata mirip. Bentuk hidungnya selalu mancung & kecil. Dan semuanya itu bisa ditemui di jalanan kota-kota besar Korea seperti Seoul.

Kabarnya operasi plastik memang sudah menjadi hal wajar & tidak memalukan di Korea. Wow...:D

Tapi aku tetap tidak setuju dengan operasi plastik, kecuali untuk membenahi bekas luka atau kecelakaan yang tidak disengaja. Bagaimanapun, setiap orang dibentuk unik oleh Sang Maha Segala. Oleh karena itu, setiap pribadi adalah hadiah yang diberikan olehNya bagi dunia...jadi, nggak boleh dirusak lho..^^

Ini beberapa foto yang kudapat dari googling, dan saya yakin pastinya masih banyak foto lain kalau mau dicari. Yeah walaupun saya bukan tergolong penggemar artis Korea tapi boleh kan iseng-iseng...;p


Hyo Yun SNSD



Kim Ah Joong



Uhm Jung Hwa



-by feifei-

Friday, May 13, 2011

Begadang at Office....

Begadang lagi di kantor...
Deadline hari ini, masih bekerja di kantor sampai jam 01.00 WIB. Itu pun belum selesai, karena menunggu tulisan yang harus diedit dan harus ditranslate lagi ke bahasa inggris. Yah, maklum saja...sebagai majalah franchise, kami memang harus selalu lapor ke Time Inc, New York.

Cukup melelahkan memang...
Deadline beberapa bulan lalu, aku pulang dari kantor jam 12.30 WIB. Yah sama juga, karena adanya translate ini. Akhirnya tidak bisa pulang sebelum selesai editing.

Dulu sewaktu magang di Media Indonesia tahun 2005, aku juga pernah pulang pagi sampai jam 05.30 WIB. Selain karena belum selesai dan harus segera selesai, juga karena hujan yang membuat sekitar Kedoya banjir. Waktu itu, akhirnya dijemput papi & cece.

Hari ini, harus pesan taksi lagi untuk pulang...
Dan hasil editan baru saja masuk ke emailku, pukul 01.10 WIB. Semoga bisa cepat selesai translatenya...

-feifei-

Thursday, April 7, 2011

Sarapan Khas di Seluruh Dunia

Tak ada yang meragukan, sarapan merupakan kebiasaan yang sehat. Manfaatnya diakui masyarakat di seluruh negara di dunia. Salah satu manfaat sarapan ialah memberi tubuh kita cadangan energi untuk beraktivitas hingga siang hari.

Nah, tahukah Anda bahwa setiap masyarakat di setiap negara memiliki kekhasan menu sarapan masing-masing. Di Indonesia, misalnya. Sebagian dari kita, menyukai nasi goreng plus telur dadar untuk makan pagi yang istimewa. Ingin tahu sarapan khas di berbagai negara, berikut ciri penjelasannya, dikutip dari laman Times of India.

Jepang





Mari kita mulai dengan Jepang. Negeri Matahari Terbit ini memiliki sarapan tradisional yang khas. Terdiri dari beras, seafood, dan makanan fermentasi.

Selain itu, Natto (sejenis kedelai fermentasi) juga menjadi menu populer yang khusus dimakan sebagai santap sarapan orang Jepang.

Kemudian, sarapan khas yang biasanya dihidangkan di restoran-restoran di Jepang , antara lain Miso sup, nasi dengan Nori, Natto, bubur beras, ikan bakar, telur mentah, dan sayuran acar.

Spanyol






Biasanya bahan makanan untuk sarapan orang Spanyol berasal dari hasil kekayaan laut. Ini sekaligus mencerminkan Spanyol sebagai salah satu negara maritim.

Sejarah panjang Spanyol dengan pengaruh budayanya banyak menghasilkan sebuah array dari masakan yang unik dengan ribuan resep dan rasa. Makanan ini juga terkenal memiliki manfaat kesehatan.

Berlawanan dengan kepercayaan populer, masakan Spanyol yang identik dengan rasa pedas sebenarnya masih kurang jika dibandingkan dengan masakan di Amerika Utara, termasuk juga masakan Meksiko. Salah satu sarapan sederhana di sini ialah Churros (gorengan hangat) dengan cokelat panas.

Turki







Sarapan khas Turki terdiri dari keju, mentega, buah zaitun, telur, tomat, ketimun, paprika hijau, reçel (selai), dari buah-buahan utuh dan madu biasanya dikonsumsi di atas kaymak.

Spicy sosis Turki (Sucuk), Pastirma, Borek, simit, Pogaça, bahkan sup juga biasa dikonsumsi sebagai makanan pagi hari.

Kemudian, ada menu khusus Turki yang umum untuk sajian sarapan namanya Menemen. Sajian ini yang disusun dengan tomat panggang, cabai, minyak zaitun dan telur. Biasanya, menu itu selalu didampingi dengan minuman teh hitam.

Kamboja



Sarapan khas masyarakat Kamboja ialah bubur beras (babaw). Bubur polos ini biasanya disantap dengan telur asin, sayur acar, atau ikan kering.

Selain itu, bubur ayam dan bubur laut juga menjadi menu sarapan khas di sana. Ada lagi nasi yang disajikan dengan irisan daging babi atau ayam dengan sayuran acar atau hidangan mie.

Australia





Sarapan khas orang Australia mirip sarapan di banyak negara Barat. Karena cuaca di sana hangat, menu sarapan umumnya ringan. Tapi, di daerah dingin biasanya mereka memilih sarapan bubur.

Mereka juga mempunyai menu sarapan yang lebih ringan, yaitu terdiri dari sereal, roti bakar dan buah. Sarapan yang lebih berat sering kali berisi daging babi goreng, telur, jamur, kacang panggang, sosis, tomat, dan roti bakar.

Di sana juga ada menu sarapan yang cukup populer, yakni Vegemite, biasanya diterapkan pada roti panggang atau roti. Sementara minuman untuk melengkapi sarapan, biasanya teh, kopi, susu rasa atau jus.

Swedia





Sarapan orang Swedia, seperti juga negara-negara Skandinavia lainnya (Denmark, Norwegia dan Finlandia), terdiri dari ikan, daging, dan kentang.

Hidangan sarapan terkenal lainnya di negara ini ialah bakso Swedia yang disajikan secara tradisional dengan saus, kentang rebus dan selai lingonberry, pancake, lutfisk.

Sedangkan minuman pengiring sarapannya, biasanya akvavit, yaitu minuman beralkohol yang populer. Minuman ini sangat penting dalam budaya Swedia.

Indonesia
Nah kalo ini, makanan yang sering kita makan sehari-hari hehe...
Orang Indonesia umumnya suka sarapan nasi goreng telur ceplok, nasi uduk juga ada, nasi kuning, ketupat sayur, kupat tahu, bubur ayam, de el el...^^














Sumber: Vivanews.com plus pengalaman pribadi dan foto-foto google ^^